Lengkap! Panduan Tata Cara Sholat Dhuha & Doa Sesuai Hadits Shahih

Cara sholat dhuha – Shalat Dhuha adalah salah satu sholat sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, dia berkata:

Kekasihku (Rasulullah SAW.) mewasiatkan kepadaku agar aku tidak pernah meninggal 3 perkara (ibadah sunnah): Sholat Dhuha, Shalat Tahajjud, dan Puasa 3 hari setiap bulan (Puasa putih).” (HR. Bukhari)

Sholat Dhuha juga dikenal dengan shalat sunnah untuk memohon rizki dari Allah SWT, shalat sunnah pengganti sedekah, shalat sunnah awwabin, dan lain sebagainya.

1. Waktu Sholat Dhuha

Waktu sholat Dhuha dimulai setelah terbit matahari hingga menjelang masuk waktu zuhur, yaitu dimulai dari matahari yang mulai muncul dan naik kurang kebih sepenggelah dan berakhir sampai menjelang masuk waktu sholat zuhur. Tepatnya waktu shaat dhuha adaah mulai dari jam 7.00 sampai jam 11.30 siang.

Namun waktu yang lebih afdhal untuk mengerjakan shalat dhuha adalah ketika matahari agak tinggi dan panas mulai agak terik, yaitu sekitar pukul 09.00 WIB. Ini adalah waktu yang lebih utama mengerjakan shalat dhuha.

2. Tata Cara Sholat Dhuha

Melakukan sholat dhuha minimal dua rakaat dengan sekali salam. Untuk jumlah maksimalnya, setiap ulama berbeda-beda pendapat. Ada pendapat yang mengatakan maksimal sholat dhuha adalah 8 rakaat, ada juga yang berpendapat 12 rakaat, dan ada juga yang berpendapat bahwa tidak ada jumlah maksimal mengerjakan sholat dhuha dengan kata lain tidak ada batasan. Yang lebih utama adalah mengerjakan sholat dhuha semampunya.

Adapun bacaan surat pendek yang dianjurkan dibaca ketika sholat dhuha adalah surat Asy-Syam pada rakaat pertama dan surat Al-Lail pada rakaat kedua. Namun jika Anda tidak hafal, boleh surat pendek mana saja.

Cara mengerjakan shalat dhuha pada dasarnya sama dengan mengerjakan shalat sunat 2 rakaat biasa. Hanya beda pada niat saja.

3. Cara melaksanakan Shalat Dhuha:

1. Pertama membaca niat. Niat sholat dhuha adalah:

ﺃﺻَﻠِّﻲ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟﻀُﺤَﻰ ﺭَﻛَﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌﺎﻟﻰَ

Usholli sunnatatd-dhuha rak’ataini lillahi ta’alaa” (Sengaja aku mengerjakan sholat dhuha 2 rakaat karena Allah Ta’ala)

2. Bacaan niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram. Namun menurut sebagian ulama ini tidak menjadi keharusan. Berniat dalam hati saja tanpa diucapan juga sudah cukup.

3. Membaca doa iftitah, lalu surat al-fatihah, dan membaca surat pendek. Surat pendek yang diutamakan membaca surat Adh-Dhuha, Asy-Syamsu, Al-Lailu, dan Surat Asy-Syarh. Namun jika Anda tidak hfal, boleh membaca surat pendek lain.

4. Lalu ruku’ dan membaca tasbih 3 atau 5 kali.

5. Kemudian I’tidal (bangkit dari ruku’) dan membaca bacaannya.

6. Lalu sujud pertama dan membaca tasbih 3 atau 5 kali.

7. Kemudian duduk di antara dua sujud dan membaca bacaannya.

8. Selanjutnya sujud kedua dan membaca tasbih 3 atau 5 kali.

9. Lalu bangkit dan lakukan rakaat kedua seperti cara rakaat pertama, tanpa membaca doa iftitah.

10. Lalu setelah melakukan sujud kedua pada rakaat kedua ini, Anda duduk tasyahud akhir.

11. Lalu membaca salam sambil menoleh kanan dan kiri.

12. Setelah mengucapkan salam, dianjurkan untuk berdzikir lalu membaca do’a.

4. Doa Sholat Dhuha

Setelah selesai sholat dhuha, disunnahkan untuk berzikir dan membaca doa. Doa yang dibaca setelah sholat dhuha sebetulnya bebas, tidak dibatasi. Anda boleh berdoa apa saja yang Anda inginkan, namun tentu saja bukan doa yang berisi keburukan.

Salah satu doa shalat dhuha yang cukup masyhur adalah,

َللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadikash shalihin.

Artinya :

Wahai Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Meskipun para ulama berbeda pendapat apakah doa ini shahih dari Nabi SAW atau tidak. Namun mereka tetap membolehkan membaca doa ini setelah selesai shalat dhuha.

Salah satu dari keutamaan sholat dhuha adalah dimana Anda lebih mudah meminta agar Allah bukakan pintu rezeki. Sesuai dengan hadist Nabi SAW ,

Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya”. (HR.Hakim dan Thabrani).

5. Keutamaan Sholat Dhuha

1. Sholat dhuha sebagai sedekah

Sholat dhuha mengandung nilai sedekah sesuai dengan hadist berikut :

Dari Abu Dzar al-Ghifari RA, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Setiap hari, setiap ruas anggota badan wajib kalian dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

2. Dibangunkan sebuah rumah di surga

Ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW : “Barang siapa yang shalat dhuha sebanyak 4 rakaat dan 4 rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ : 634)

3. Pahalanya setara dengan pahala umrah

Sesuai dengan hadist dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan (telah) bersuci untuk melaksanakan shalat wajib maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk melaksanakan shalat Dhuha maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan ibadah umrah. (Shahih al-Targhib : 673)

4. Mendapatkan Ghanimah (keuntungan) yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash RA, ia berkata:

Rasulullah SAW mengirim pasukan perang.

Nabi SAW berkata: “Dapatkanlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Para sahabat saling berbincang tentan apa yang dimaksud Rasulullah SAW tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali.

Lalu Rasulullah SAW bersabda; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka, paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”

Para sahabat menjawab; “Ya!”

Rasululah SAW bersabda lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian dia masuk masjid untuk melakukan shalat Dhuha, sungguh dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya,” (Shahih al-Targhib: 666)

5. Ampunan Dosa

Sesuai dengan sabda Nabi SAW, “Siapa yang melaksanakan shalat dhuha dengan niat karena Allah SAW, akan diampuni dosanya, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan,” (HR Tirmidzi).

Demikianlah panduan lengkap cara shalat dhuha sesuai syariah lengkap dengan hadist. Semoga bermanfaat. Happy bloging.

Artikel menarik lain: